Gambar

Pegunungan Kendeng yang kaya akan air

Persawahan dengan tanaman padi sepanjang tahun di kaki Pegunungan Kendeng

Gambar

Pepohonan rindang tepi salah satu Penampungan air di Pegunungan Kendeng

Selasa, 24 Februari 2015

Hukuman Untuk Para Pengkhianat Negeri Tercinta Kita Indonesia

Ditulis dan Dipostingkan Oleh Penulis .
Empat ratus tahun lalu, ketika bangsa-bangsa Eropa berpetualang untuk mencari rempah-rempah, sebagian dari mereka sampai ke negeri Paman Sam atau Amerika Serikat yaitu orang orang yang dipimpin Columbus. Sebagian dari mereka sampai ke India dan sebagian yang lain sampai ke Indonesia dan negara-negara lainnya. Pada waktu itu belum ada nama Indonesia. Yang ada adalah Nusantara dengan Kerajaan Kerajaan yang ada. Dua bangsa yang sampai ke negeri kita pada saat itu adalah Bangsa Belanda dan bangsa Portugis.

Menurut beberapa buku yang penulis baca, pada awal kedatangan bangsa Belanda adalah beberapa gabungan dari para pedagang atau beberapa Perusahaan  dengan istilah Kompeni yang dalam Bahasa Inggris adalah Company (Perusahaan). Pada awal kedatangan, mereka bertujuan untuk berdagang yaitu jual beli barang. Tetapi lama kelamaan setelah mereka keenakan tinggal di negeri kita dan sebagian besar dari mereka enggan untuk pulang ke negeri asalnya. Bahkan anak dan istrinya mereka usung ke negeri ini. Mereka menetap di negeri kita, kemudian sedikit demi sedikit dengan taktik Devide Et Impera memecah belah, mengadu domba, kemudian menguasai. Bisa kita tebak perusahaan besar atau kompeni (Company) mendapat dukungan yang kuat dari Pemerintah Negeri Belanda.

Penderitaan penderitaan yang dialami oleh bangsa kita. selama 350 tahun dibawah Penjajahan Belanda adalah tidak seindah propaganda yang mereka janjikan yang pada intinya mereka ingin membuat penduduk negeri kita aman tentram damai dan makmur. Kemakmuran,kesejahteraan dan kedamain yang mereka janjikan tak kunjung datang. Justru yang sebagian besar masyarakat dapatkan adalah kelaparan,kebodohan, penderitaan dan kesengsaraan. Banyak diantara masyarakat dipaksa bekerja tanpa upah dengan istilah Kerja Rodi. Tetapi banyak juga kalangan pribumi yang menjadi antek-antek Penjajah. Mereka berkhianat bersekongkol dengan Kompeni dengan memeras bangsanya sendiri.

Dengan menderitanya masyarakat maka timbul perlawanan. Banyak muncul pahlawan yang tersebar di seluruh negeri. Pahlawan tersebut misalnya Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Tuanku Imam Bonjol, Pattimura, Cut Nya Dien, Fatahillah, dan masih banyak yang lain. Pemberontakan kepada kaum Penjajah hilang satu tumbuh seribu. Banyak dari pejuang yang membunuh para pengkhianat atau antek-antek Belanda tersebut.


Yang menjadi pertyanyaan adalah apa yang dimaksud pengkhianat itu? Dari deskripsi diatas dapat kita simpulkan bahwa Pengkhianat adalah orang yang mengorbankan teman atau masyarakat untuk kepentingan diri dan keluarganya. Pengkhianat Negeri adalah orang yang mengorbankan sebagian besar masyarakat sehingga membuat masyarakat tersebut hidup menderita, untuk kepentingan pribadi, keluarganya dan teman-temannya.


Pada jaman kemerdekaan sekarang ini adakah orang-orang yang mengorbankan banyak orang untuk kepentingan dirinya sendiri dan keluarganya? Tentu para pembaca yang budiman yang bisa menjawab. Lalu hukuman apa yang pantas untuk para pengkhianat negeri ini? Haruskah dihukum seumur hidup atau dihukum mati? Kita sebagai bangsa tak ingin lagi hidup dijajah. Sebuah perusahaan besar ketika datang di negeri ini tentu dengan kata-kata yang manis dengan seribu propaganda,


Kita sebagai bangsa yang merdeka nggak ingin hidup menderita. Gambaran diatas sudah sebagai bukti betapa menderitanya bila tanah kita diambil dan dikuasai oleh perusahaan (Kompeni/Company). Sudah cukup nenek dan kakek kita yang menderita di alam penjajahan selama kurang lebih 350 tahun.


Para pembaca yang budiman. Mari kita perkuat persatuan dan kesatuan. Memerdekakan negeri ini adalah sangat susah. Bung Karno dan Bung Hatta dengan didukung oleh sebagian besar masyarakat telah berjuang mati matian untuk memerdekakan Bangsa Indonesia. Tak terhitung berapa harta benda yang dikorbankan. Tak terhitung berapa besar nyawa yang melayang. Oleh karena itu,mari kita ikut aktif mengisi kemerdekaan ini dengan belajar keras, bekerja keras dan tekun beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing masing. Agama boleh beda, keyakinan boleh beda, adat istiadat boleh beda, bahasa boleh beda tapi kita tetap satu yaitu Bangsa Indonesia.


Kita sebagai bangsa tidak mungkin bisa hidup sendiri. Kita butuh bangsa lain untuk hidup saling membantu dan bekerja sama. Walaupun demikian, kita seharusnya berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak menjual tanah negeri ini kepada perusahaan asing untuk kepentingan pribadi atau keluarga dengan mengorbankan ribuan bahkan jutaan masyarakat yang menghuni daerah atau wilayah tersebut.


Pegunungan Kendeng dan sekitarnya telah dihuni oleh ribuan bahkan jutaan masyarakat terutama para petani dan peternak. Mereka telah menggantungkan kehidupan mereka dengan memanfaatkan air dan tanah pertanian di Pegunungan Kendeng tersebut. Pegunungan Kendeng perlu dipertahankan kelestariannya. Bila hutan gundul perlu reboisasi atau penanaman hutan kembali. Pegunungan Kendeng bukan untuk dijual kepada Perusahaan Asing yang akhirnya akan dihancurkan dan dimusnahkan.  Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamya adalah milik negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Bila Pegunungan Kendeng dihancurkan dan dimusnahkan diperkirakan Bencana Besar akan menghadang :Silakan Klik Disini

Selasa, 10 Februari 2015

Sekilas Tentang Penulis Blog Pegunungan Kendeng

Ditulis dan dipostingkan oleh P Damin (Admin Blog)
Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh. Para pembaca Blog Pegunungan Kendeng yang budiman. Tidak ada maksud Penulis untuk menggurui.Keprihatinan dari sebuah kenyataan dari Pegunungan Kendeng atau Pegunungan Kapur Utara, sehingga tergerak hati Penulis untuk perlu memberikan info yang sebenarnya kepada semua pihak tentang keberadaan Pegunungan Kendeng.

Penulis/Admin Blog Pegunungan Kendeng Nama penulis sangat singkat yaitu Damin. Ia dilahirkan oleh ibunya pada tanggal 4 Pebruari 1969 di Desa Pulorejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah. Lulus dari SD Pulorejo 01  tahun 1982, lulus dari SMP Negeri 1 Winong tahun 1985, lulus dari SMA Negeri 1 Pati tahun 1988, dan menamatkan S-1 Bahasa Inggris,FPBS, IKIP Semarang tahun 1993. Bila para pembaca ingin mengenal lebih jauh  perjalanan penulis silakan klik : Disini

Tahun 1996, ia menikah dengan Nn. Mujinah dari Temanggung dan dikaruniai 3 putra. Anak pertama Akhmad Nova Abdul Aziz,kedua  Nizamus Shofwan, dan ketiga Nailatun Nashiroh. 

Pendidikan dan Pelatihan yang pernah diikuti: Guru Bina SMP Terbuka Depdikbud Prop Jateng tahun 2000, PKG-C Depdikbud Prop Jateng tahun 2000 dan 2001, Work Shop KBK SMP Terbuka tahun 2006 di LPMP Yogyakarta oleh  Depdiknas Pusat,Work Shop SSN tahun 2007 Depdiknas Pusat di Yogyakarta di Wisma Eden Yogyakarta, TOT Guru Pemandu Bahasa Inggris SMP oleh LPMP Jateng tahun 2006 dan 2007, Work Shop Guru Pemandu Bahasa Inggris SMP oleh LPMP Jateng  tahun 2008, Teaching Clinic Pasca Guru Sertifikasi oleh  Dinas Pendidikan Prov. Jateng tahun 2012 di LPMP Jateng, TOT penggunaan komputer untuk Pembelajaran SMP oleh BPITIK Disdik Prov. Jawa Tengah di LPMP Jateng. Tanggal 9 dan 10 Mei 2013 mengikuti CMS Formulasi di LPMP Jawa Tengah. Pelatihan Calon Instruktur Nasional Guru Bahasa Inggris Kurikulum 2013 di LPMP Yogya pada Juni 2014 dengan Penyelenggara LP2 KS Surakarta. Pelatihan Pemanfaatan TIk untuk Pembelajaran oleh BPTIKP Disdik Jateng Tahun 2014. Pelatihan IN Kurikulum 2013, LPMP Jateng, Tahun 2015, Pelatihan Office 365 Kerjasama Microsoft dan BPTIKP Disdik Jateng, Tahun 2016.

Pengalaman dalam pekerjaan: Tahun 2006-2008, sebagai Guru Pemandu MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Pati (Program LPMP Jawa Tengah). Tahun 2008-2010, sebagai Pengurus MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Pati sebagai Sie Penelitian Pengembangan.  Tahun 2000-2007 sebagai salah satu Wali Kelas,  Tahun 2008, sebagai Pembina OSIS. Tahun 2009-2011, sebagai sekretaris Koperasi Guru “Bina Warga” SMPN 1 Kayen Tahun 2007-2009, sebagai Wakil Ketua Koperasi Guru “Bina Warga” SMPN 1 Kayen, Tahun 2010-2012 sebagai Sie Kurikulum SMPN 1 Kayen.  Bulan April tahun 2012, sebagai Juara II pada Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Pati untuk kategori Guru SMP/MTS. Tahun Pelajaran 2012/2013 dan Tahun Pelajaran 2013.2014 mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala SMPN 1 Kayen. Sebagai peringkat 7 Propinsi DIKDAS tahun 2013 dalam lomba Website Sekolah yang diselenggarakan BPTIK Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah. Di tahun 2013, sebagai Pengurus Formulasi (Forum Multi Media Edukasi) Kab. Pati sie Pengembangan Blog). Peserta lomba MPI,Blog dan Website Sekolah penyelenggara BPTIKP Disdik Prop Jateng tahun 2014. Peringkat 5 Jateng pada Lomba Website Sekolah. 

Pengalaman mengajar: Tahun 1992 Praktek Mengajar sebagai Guru Bahasa Inggris di SMA Ronggolawe Semarang. Tahun 1994 hingga tahun 1995 menjadi GTT Bahasa Inggris  di SMA Negeri 1 Pati. Pada tahun yang bersamaan juga sabagai GTT di SMA Negeri  3 Pati. Tahun 2000  mengajar di SMA PGRI 2 Kayen. Mulai tahun 1998 hingga sekarang penulis mendapat tugas dari Pemerintah sebagai Guru  Bahasa Inggris di SMPN 1 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebagai IN Guru Bahasa Inggris pada Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri 8 Pati tahun 2014 Program Depdiknas. 
Nara Sumber (IN) Kur 2013 di Hotel Pandanaran Semarang Tahun 2015 

 Karya Tulis yang pernah dihasilkan: 
  1. Peningkatan Sholat Lima Waktu Melalui Pengajaran The Simple Present (PTK, Pengirim Naskah pada Lomba Penulisan  penyertaan IMTAQ siswa dalam Pembelajaran oleh Depdeknas Tahun 2005)
  2. Teaching Narrative. (Finalis Lomba pembuatan bahan ajar berbantukan Komputer LPMP Jateng, Tahun 2007).
  3. Kompromi. (Pengirim Naskah Drama pada Lomba Menulis Prop Jateng, tahun 2008).
  4. Teaching The Simple Present (Finalis Lomba pembuatan bahan ajar berbantukan Komputer, LPMP Jateng, Tahun 2008).
  5. Peningkatan Pembelajaran The Simple Present dengan Bantuan Komputer dengan Aplikasi Microsoft Power Point.  (KTI On Line, Depdiknas Pusat, tahun 2008).  
  6.  Improving Speaking Competence Through Telling Story by Using Visual Aids Pictures and Real Thing. (Finalis Lomba Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional, Depdiknas, Tahun 2009). 
  7. The Use of Irregular Verb Song fo Improving The Student’s English Grammar. (Finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional ,Depdiknas, Tahun 2010). 
  8. The Use Of ‘Teacher and Students  Blog for Improving The Student’s English Writing.    ( Finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional, Depdiknas, Tahun 2011). 
  9. Finalis  Lomba Website Sekolah yang diselenggarakan oleh BPTIK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Okktober 2012 dan baru memperoleh Peringkat 7 pada Lomba tersebut.  
  10. Filnalis Lomba Multimedia Pembelajaran Interaktif, Blog Guru dan Sumber Pembelajaran berbasis Website Sekolah oleh BPTIKP Prop Jateng di tahun 2013
  11. Filnalis Lomba Multimedia Pembelajaran Interaktif, Blog Guru dan Sumber Pembelajaran berbasis Website Sekolah oleh BPTIKP Prop Jateng di tahun 2014. Untuk Lomba Pengayaan Berbasis Website Sekolah, Peringkat 5 Jawa Tengah untuk kategori jenjang SD,MI,SMP,MTS.
  12. Upaya Meningkatkan Kompetensi Reading Bahasa Inggris Siswa Dengan Menggunakan Media Digvorata, lomba Karya Tulis Ilmiah dalam Pembuatan PTK Tingkat Jawa Tengah oleh LPMP Jateng, Desember 2014.
  13. Filnalis Lomba Multimedia Pembelajaran Interaktif, Blog Guru dan Sumber Pembelajaran berbasis Website Sekolah oleh BPTIKP Prop Jateng di tahun 2015. Untuk Lomba Pengayaan Berbasis Website Sekolah, Peringkat 4 Jawa Tengah untuk kategori jenjang SD,MI,SMP,MTS.
  14. Peringkat 3 Lomba Guru Berprestasi SMP penyelenggara Desdikbud Kab. Pati, Tahun 2015.
  15. Upaya Meningkatkan Kompetensi Menulis Siswa Dengan Memanfaatkan Media Website Sekolah, pengirim Laporan PTK Simposium Guru Nasional 2015 Kemendikbud.
  16. Lolos Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran (Inobel) Tingkat Nasional Kesharlindung Dikdas Kemendikbud di Grand Keisha hotel, Yogyakarta Tahun 2017.
Alamat :
         Rumah : Jl. Bima I No. 21, Desa Kutoharjo RT 06 RW 08,Kecamatan Pati,Kabupaten Pati, Provinsi Jawa  Tengah. Kantor : SMP Negeri 1 Kayen, Jl. Raya Kayen, Kab. Pati, Jawa Tengah.
e-mail : daminkayen1smp@yahoo.co.id atau spddamin@gmail.com
Face Book : Damin SPd
Twitter     : @spddamin

Semboyan : Keep moving, keep studying, keep writing, keep reading, keep praying, keep making friends, keep sharing, try to keep doing the best for better future....................

Senin, 09 Februari 2015

Bendungan Alam Terbesar Di Pulau Jawa Tersembunyi Di Pegunungan Kendeng

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Para pembaca Blog Pegunungan Kendeng yang berbahagia. Pegunungan Kendeng merupakan Bendungan Alam tersembunyi terbesar  di Pulau Jawa. Bila para pembaca tidak percaya? Silakan kita perhatikan  Bendungan Gajahmungkur yang ada di Wonogiri, Bendungan Kedung Ombo yang ada di Grobogan, airnya dialirkan untuk pertanian di wilayah sekitarnya.

Bendungan Alam Terbesar di Pulau Jawa  yang tersembunyi di Pegunungan Kendeng. Coba kita perhatikan banyaknya yang mengalir sepanjang tahun yang keluar  dari kaki Pegunungan Kendeng dengan banyaknya  Mata Air Mata Air Raksasa Pegunungan Kendeng. 

Sebagaimana air yang dikeluarkan melalui Mata Air Mata Air Raksasa oleh Allah SWT diatur secara alamiah dalam debit yang demikian besar. Dikarenakan air yang dikeluarkan demikian jernih sehingga ribuan penduduk di wilayah Pegunungan Kendeng telah memanfaatkan untuk keperluan sehari hari. Mereka memenfaatkan air tersebut untuk memasak, mandi, mencuci pakaian, memberi minum ternak, mencuci kendaraan dan sebagian besar dialirkan ke sawah-sawah untuk pengairan tanaman pertanian. Ribuan hektar tanah pertanian telah terairi air yang keluar dari Pegunungan Kendeng sejak ratusan tahun lalu. Air telah dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pertanian. Tak terhitung berapa besar jumlah air yang telah dimanfaatkan. Yang menjadikan luar biasa adalah para petani dan penduduk setempat tak mengeluarkan biaya pembelian air tersebut, Mereka hanya mengeluarkan sedikit uang untuk pembenahan saluran atau mengganti selang yang rusak.

Coba kita hitung, berapa jumlah besar air yang telah dikeluarkan oleh Pegunungan Kendeng. Ada sekitar 300 Sumber Air Raksasa di Pegunungan Kendeng. Kalau misalnya setiap mata air mengeluarkan air bersih 50 cm kubik per detik maka akan didapatkan : 300 x 50 cm kubik per detik. Luar biasa besarnya. Oleh karena itu air yang dikeluarkan per detik dari Pegunungan Kendeng akan lebih besar bila dibandingkan dengan air yang dikeluarkan per detik dari Bendungan Gajah Mungkur atau Bendungan Kedung Ombo maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pegunungan Kendeng yang terdapat di Kudus,Pati,Grobogan,Rembang,Blora adalah merupakan Bendungan Alam terbesar yang ada di Pulau Jawa. 

Oleh karena itu, penulis sangat prihatin sekali dengan adanya usaha usaha pengahncuran Pegunungan Kendeng dengan akan didirikan Pabrik Semen yang tentu akan menghancurkan Pegunungan Kendeng. Keprihatinan selanjutnya adalah pengerukan Pegunungan oleh sebagian warga untuk diambil padas dan pupuk posspat alam. Dengan rusak dan hancurnya Pegunungan Kendeng maka Bendungan Alam yang terbesar di Pulau Jawa tersebut juga akan terancam musnah.  Silakan klik posting : Bencana Besar mungkin Akan Terjadi  Bencana kekeringan dan kelaparan tentu akan menunggu disekitar Pegunungan Kendeng. Mengapa? Bila tak ada air tak ada pertanian dan peternakan. Bila tak ada pertanian dan peternakan bahaya kekeringan dan kelaparan yang ada. Oleh karena itu, kita semua berharap agar para Pemangku Kebijakan di daerah tersebut akan berfikir seribu kali untuk mengeksploitasi Pegunungan Kendeng.. 

Alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT yang telah memberi kita kehidupan sebaiknya tetap kita lestarikan dan kita olah untuk kemakmuran bersama bukan untuk dihancurkan untuk kepentingan pemilik modal besar. Apapun alasannya Bendungan Alam  tersbesar di Pulau Jawa yang ada di Pegunungan Kendeng seharusnya kita pertahankan dan kita lestarikan.

Inilah sebagian kecil gambar dari fakta tersebut bahwa Pegunungan Kendeng adalah merupakan Bendungan Alam terbesar di Pulau Jawa :
Mata Air Misik Sukolilo
Air Mengalir Jernih dari Goa Pancur Jimbaran Kayen Untuk Pertanian
Curug Tadah udan Sukolilo
Penampungan Air Bersih Untuk Kebutuhan sehari hari
Karena Jernihnya Air Yang keluar dari Goa Wareh dimanfaatkan untuk mencuci pakaian
Penampungan Air untuk Persediaan di Desa Jimbaran Kayen
Segarnya Mandi Di Penampungan Air di Wilayah Pegunungan Kendeng
Alhamdulillah....Kami masih dapat mandi gratis dari air Pegunugan Kendeng
Mata Air Ndodo Jimbaran Kayen


Rabu, 24 Desember 2014

Blog Sebagai Media Untuk Menyalurkan Aspirasi

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Pegunungan Kendeng....Sebenarnya adalah sebuah naskah buku yang aku tulis dengan judul " Harga Mati Untuk Pegunungan Kapur Utara". Naskah buku yang sudah aku siapkan, ku kirimkan ke sebuah penerbit terkenal. Naskah diterima oleh Penerbit. Harapan saya.... naskah buku tersebut dapat diterbitkan dan dapat dibaca oleh masyarakat secara umum. Tetapi mungkin dikarenakan isi naskah buku tidak sesuai dengan harapan Penerbit, sehingga naskah buku dikirimkan kembali kepada Penulis. Rasa kecewa dan sedih memang yang aku peroleh. Kecewa karena hasil jerih payahku nggak dapat diterbitkan. Sedih karena aku sudah meluangkan waktu, tenaga, pikiran  serta sedikit biaya untuk menulis naskah buku tersebut. Sedih dan kecewa karena naskah buku yang telah aku tulis tidak dapat dibaca oleh beberapa orang  Pengambil Keputusan dan Kebijakan yang berhubungan dengan Pegunungan Kapur Utara.

Tapi, aku nggak kurang akal. Naskah buku aku jilid menjadi 3 jilid. Satu naskah aku kirimkan ke Penerbit, satu naskah aku yang aku kirimkan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia di Istana Negara dua tahun lalu yang pada ada saat itu masih dijabat oleh Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Dan satu naskah sebagai arsip. Dibaca atau tidak aku tidak tahu. Semoga naskah buku tersebut telah dibaca. Dengan demikian salah satu penentu kebijakan yang berhubungan dengan Pegunungan Kapur Utara atau Pegunungan Kendeng sebagai sedikit masukan atau informasi yang sebenarnya.

Selain itu ....Aku juga berfikir bahwa hasil tulisan yang telah aku ketik seharusnya sampai kepada masyarakat.umum terutama yang tinggal di sekitar Pegunungan Kendeng yaitu Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Jepara dapat membaca hasil tulisan ini. Untung ada media Internet. Dengan sedikit kemampuan penulis ....Akhirnya hasil naskah buku dengan judul " Harga Mati Pegunungan Kapur Utara" dapat aku terbitkan sendiri dengan mengubah judul menjadi " Pegunungan Kendeng". dengan demikian hasil tulisanku dapat dikonsumsi dan dapat dibaca oleh masyarakat belahan dunia manapun.

Alhamdulillah...Kesedihan dan kekecewaan saya sudah terobati. Sebuah aspirasi Penulis  tentang Pegunungan Kendeng sudah aku postingkan di Blog dengan judul "Pegunungan Kendeng" yang sebenarnya adalah dari naskah buku asli degan judul "Harga Mati Untuk Pegunungan Kapur Utara". Dan aku sangat bersyukur dan berterima kasih, blog ini telah dikunjungi dan telah dibaca oleh masyarakat pengguna internet sejak diterbitkan hingga sekarang sejumlah lebih dari 7.000 pengunjung. Semoga Pengambil Kebijakan dan Pengambil Keputusan yang berkaitan dengan Pegunungan Kapur Utara atau Pegunungan Kendeng juga memahami begitu pentingnya keberadaanya atau kelestariannya untuk kelangsungan hidup masyarakat di sekitar pegunungan tersebut.

Senin, 27 Oktober 2014

Mitos Pegunungan Kendeng

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Pegunungan Kendeng atau Pegunungan Kapur Utara adalah pengunungan Kapur yang terbentang dari Kudus ,Pati, Purwodadi, Rembang dan Blora. Sesuai dengan karakteristik gunung kapur maka terdapat sungai-sungai didalam pegunungan tersebut. Sehingga sungai tersebut dikeluarkan. Ada sekitar 145 mata air raksasa di Pegunungan Kendeng tersebut. Silakan Lihat Disini

Ternyata ada sebuah mitos yang beredar di masyarakat. Mitos tersebut sampai sekarang masih dipercayai secara kuat oleh sebagian besar masyarakat penghuni Pegunungan Kendeng dan masyarakat Kab. Kudus bagian selatan, masyarakat Kab Pati di bagian selatan, Kab. Rembang, Kab. Blora. Mitos itu adalah Pegunungan Kendeng (Pegunungan Kapur Utara) adalah merupakan penutup sebuah sungai yang begitu besar yang mana sungai tersebut adalah berasal dari dalam tanah yang terhubung secara langsung dengan Laut Kidul/Laut Selatan atau Samudera Hindia. Pegunungan Kendeng dipercaya oleh sebagian besar masyarakat merupakan penutup dari sungai pengubung yang besar tersebut.

Sebuah mitos yang mungkin benar, Kita lihat di Purwodadi ada Bledug Kuwu. Menurut Legenda yang ada, Bleduk Kuwu ada hubungannya dengan Laut Selatan. Bleduk Kuwu air yang keluar asin dan bisa dibuat garam. Garam Kuwu namanya.

Shobat pembaca Pegunungan Kendeng, apabila Pegunungan Kendeng dihancurkan untuk bahan bangunan atau diolah untuk bahan utama Pabrik Semen maka menurut mitos tersebut penutup Sungai dalam tanah yang terhubung dengan Laut Selatan akan terbuka. Sebagai akibatnya adalah air dari Laut Selatan sebagian akan keluar melalui rongga yang besar di dalam tanah untuk menyatu dengan Laut Jawa. Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang diramalkan akan menjadi lautan, alias tak ada lagi tempat bagi penduduk dari keempat Kabupaten tersebut untuk tinggal. Tidak ada lagi kehidupan manusia. Kalau Pegunungan Kendeng dihancurkan maka akibatnya akan sangat fatal. Mungkinkah hal ini benar? Kita lihat saja, Bencana Lumpur Lapindo Sidoharjo, walau sudah ada usaha yang maksimal, tetapi bencana itu belum bisa dihentikan. Kita tidak ingin di kawasan ini tenggelam menjadi Luatan bukan?

Betul atau tidak mitos tersebut adalah Wallohualam, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui. Terlepas benar atau tidaknya sebuah mitos ini, kita seharusnya menjaga kelestarian Pegunungan Kendeng yang selama ini telah dianugerahkan Yang Maha Kuasa untuk ditanami tumbuh-tumbuhan. Hutan yang berada di Pegunungan Kendeng sebagian  mengalami kerusakan karena oleh sebagian oknum penduduk yang menggali untuk kepentingan bahan bangunan. Dan juga selama ini ada usaha-usaha untuk Pembangunan Pabrik Semen di wilayah tersebut.

Senin, 22 September 2014

Bertanam Padi Di Musim Kemarau?

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis.
Baiklah para pembaca Blog Gunung Kendeng yang berbahagia. Sudah sekitar 4 tahun penulis nggak mengisi blog ini, sekarang ini rasanya ada sedikit hal yang perlu aku tulis disini. Tema yang begitu menarik.

Pada umumnya, bertanam padi itu di musim penghujan. Tapi dapatkah bertanam padi di musim kemarau? Dikala air untuk mandi dan mencuci pakain saja sulit, tapi apa mungkin untuk bertanam padi? Pernyataan yang begitu logis. Bila para pembaca dari Pati Kota menuju ke arah Purwodadi, di sebelah selatan Kretek Tanjang di bagian kanan jalan raya  terdapat hamparan tanaman padi yang menghijau baru ditanam oleh para petani.

Selidik punya selidik, ternyata air untuk mengairi sawah-sawah  tersebut disedot dari Sungai Tanjang. Sungai Tanjang,Sungai Ngantru,Sungai Nggilis,Sungai Juwana adalah sama sungainya tapi beda namanya. Merupakan satu aliran. Sungai Juwana berhulu di Pegunungan Kapur Utara atau Pegunungan Kendeng dan bermuara di Laut Jawa. Luar biasa....Sungai ini ternyata penyedia air untuk pertanian dikala musim kemarau. Disamping itu air dari sungai ini menurut pendapat para ahli merupakan penetral air tanah wilayah Pati Selatan supaya air tanah sumbernya tidak asin.

Bercocok tanam padi atau tanaman pertanian yang membutuhkan banyak air tidak hanya di daerah Tanjang, tetapi dilakukan di kanan dan kiri Sepanjang Sungai tersebut. Oleh karena itu, menurut pendapat penulis, kita perlu menjaga kelestarian Sungai tersebut. Penanaman hutan kembali di daerah Pegunungan Kendeng dan menjaga kelestariannya adalah sebuah keharusan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa akan adanya usaha-usaha ingin mengexploitasi Pegunungan Kendeng akan diolah menjadi Komoditi Semen adalah merupakan sebuah ancaman besar akan berhenti mengalirnya air dimasa Musim Kemarau di Sungai tersebut. Dengan berhentinya aliran air di Sungai tersebut secara otomatis, para petani di sekitar aliran Sungai, tak dapat lagi bertanam padi di musim kemarau.

Oleh karena itu, maka kita perlu menjaga Kelestarian Sungai, agar ketersediaan pangan khususnya di wilayah Pati dan sekitarnya tetap terjaga. (To be Continued)

Kamis, 08 November 2012

MATA AIR -MATA AIR RAKSASA PEGUNUNGAN KENDENG

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis
Di wilayah Karst Pati (Sukolilo, Kayen, Tambakromo) terdapat 145 sumber sumber air raksasa yang mengalir sepanjang tahun. Keberadaan Sumber Daya Alam di wilayah tersebut, mungkin merupakan satu satunya di negeri tercinta kita Indonesia atau bahkan satu satunya di dunia.Fenomena alam atau keajaiban alam tersebut adalah karena keberadaan air dari sumber-sumber air alam raksasa tersebut sudah dimanfatkan oleh ribuan bahkan hingga jutaan penduduk di kawasan Pegunungan Kendeng Utara sejak ratusan tahun yang lalu untuk kebutuhan air bersih dan pengairan sawah untuk pertanian. 

Mengapa penulis katakan penggunaan air tesebut telah digunakan sejak ratusan tahun yang lalu? Sebagai salah satu bukti bahwa pemanfaatan air tersebut oleh penduduk setempat sejak ratusan tahun yang lalu adalah keberadaan Makam Keramat Sunan Prawata di desa Prawata di Kecamatan Sukolilo. Kita ketahui bersama bahwa Sunan Prawata dan pengikutnya hidup pada masa Kerajaan Islam Demak Bintoro. Keberadaan makam tersebut tidak jauh dari Sumber Air Raksasa Widodaren di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Mengapa mata air yang keluar dari Pegunungan Kapur Utara penulis namai dengan sumber alam raksasa. Dalam dunia pewayangan raksasa mempunyai tubuh yang amat tinggi dan sangat besar. Mata air-mata air yang keluar dari pegunungan tersebut mempunyai rata-rata lebar dengan diameter ½ meter hingga 1 meter, bahkan ada yang lebih. Sedangkan kata Alam karena sumber yang ada tidak dibuat oleh manusia. 

Keberadaan sumber raksasa tersebut dicipta oleh Yang Maha Kuasa untuk manusia di sekitarnya agar mereka dapat mengambil kemanfaatan dari ratusan sumber tersebut.. Perlu diketahui bahwa air dalam jumlah yang besar yang keluar dari sumber-sumber raksasa ini sangat jernih,tidak berbau, alamiah dan tidak tercemar.Karena kejernihan dan sehatnya air, ribuan bahkan jutaan penduduk yang berada di wilayah Pegunungan Kendeng Utara telah memanfaatkannya untuk kepentingan mandi,memasak,air minum, mencuci, memberi makan ternak dan sebagian besar air digunakan untuk pengairan pesawahan dan perkebunan /pategalan. 

 Yang menjadi Ajaib adalah ketidak lelahan sumber-sumber raksasa tersebut untuk mengeluarkan air di musim kemarau atau musim penghujan. Selain itu tidak hanya satu sumber tetapi terdapat ratusan sumber air di tempat yang tidak terlalu jauh di wilayah Pegunungan Kapur Utara yang mungkin keberadaan sumber-sumber yang berukuran besar ini tidak ada duanya di dunia. 

 Karena keterbatasan waktu, tenaga dan fikiran penulis untuk melakukan survey lapangan, dari 145 sumber atau mata air raksasa yang ada, penulis baru dapat menyebutkan beberapa nama dari mata air atau sumber raksasa. Inilah sumber-sumber air alam raksasa yang terdapat di Pegunungan Kapur Utara yang terdapat di wilayah Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora.
1. Sumber Sentul, Misik, Sukolilo, Pati.
2. Sumber Goa Pancur, Jimbaran, Kayen, Pati.
3. Sumber Dodo, Jimbaran, Kayen, Pati.
4. Sumber Goa Wareh, Kedumulya, Sukolilo, Pati.
5. Sumber Asem Bosok, Kedumulya, Sukolilo, Pati
6. Sumber Geneng, Sukolilo, Pati
7. Sumber Plosokuning, Sukolilo, Pati.
8. Sumber Reco, Sidowayah, Sukolilo, Pati
9. Sumber Gemblung, Sukolilo, Pati.
10. Sumber Dandang, Sukolilo, Pati.
11. Sumber Mbendo, Sukolilo, Pati.
12. Sumber Kali Sumber, Lebak Kulon, Sukolilo, Pati.
13. Sumber Goa Bandung, Kedungwinong Sukolilo, Pati.
14. Sumber Angling Darmo, Mlawat, Baleadi, Sukolilo, Pati.
15. Sumber Widodaren, Prawoto, Sukolilo, Pati.
16. Sumber Banyu Racah, Bunagung, Beketel, Kayen, Pati.
17. Sumber Sendang, Beketel, Kayen, Pati.
18. Sumber Mangin, Beketel, Kayen, Pati.
19. Sumber ‘Sumber’ Beketel, Kayen, Pati.
20. Sumber Goboyo, Brati, Kayen, Pati.
21. Sumber Jeruk Wangi, Beketel, Kayen, Pati.
22. Sumber Tunggangan, Sendang, Beketel, Kayen, Pati.
23. Sumber Buran, Kebunagung, Kayen, Pati.
24. Sendang Lanang, Maitan, Tambakromo, Pati.
25. Sendang Klumpit, Maitan, Tambakromo, Pati.
26. Sumber Pakis, Tambakromo, Pati.
27. Sumber Ngesong, Wirosari, Grobogan.
28. Sumber Mudal, Wirosari, Grobogan.
29. Sumber Agung, Ngaringan, Grobogan.
30. Sumber Bentolo, Todanan, Blora.
31. Sendang Pengilon, Goa Trawang, Blora.

 Perlu diketahui bahwa 145 sumber- sumber air alam raksasa yang ada di wilayah Karst Pegunungan Kendeng Utara mengeluarkan air sepanjang tahun dan tidak mengenal musim artinya musim kemarau atau musim penghujan air tetap mengalir dari ratusan sumber-sumber raksasa tersebut. (Ditulis oleh P Damin, SMPN 1 Kayen)

GOA WAREH SUKOLILO, KAB PATI

Ditulis dan dipostingkan oleh Penulis
     Goa Wareh, begitu namanya terletak di Desa Kedumulya, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari kota Pati kira-kira 20 km ke arah selatan. Desa Kedumulya terletak di Kaki Pegunungan Kendeng Utara bagian utara. Goa wareh berada di sebelah selatan desa tersebut. Dari Jalan Raya Pati Purwadadi kurang lebih 20 km .Karena tak ada transportasi umum yang menuju ke goa tersebut, para pengunjung dapat menggunakan sepeda, sepeda motor atau mobil pribadi untuk sampai ke lokasi. 

Dari jalan raya Pati-Purwadadi, jalan masuk menuju ke Goa Wareh, aspalnya sudah banyak yang menghilang. Pada 2 April 2010, penulis bersama keluarga dengan menggunakan sepeda motor mendatangi tempat tersebut untuk mengadakan pengamatan sekaligus rekreasi keluarga yang murah meriah. Setelah 1 jam perjalanan dari Kota Pati dan kira-kira akan sampai ke lokasi, penulis menghentikan sepeda motor dan bertanya pada dan bertanya pada 3 anak laki-laki kecil yang sedang memancing ikan di sungai tepi jalan masuk ke lokasi. Mereka menggunakan kail sederhana, mereka mendapat 5 ikan kecil yang direnteng dengan rumput. Penulis bertanya kepada mereka ,” Mas, jalan menuju ke Goa Wareh arahnya kemana?” Mereka mejawab secara bergantian,”Ikuti saja jalan beraspal ini nanti Bapak akan sampai ke Goa Wareh. “ Jauh, Mas?” penulis menyela. “ Tidak, Pak,” mereka menjawab serentak. 

 Dengan yakin penulis bersama istri dan tiga anak mengikuti dan menelusuri jalan yang beraspal yang telah ditunjakkan oleh ketiga bocah kecil tadi.Tapi sayang jalan yang beraspal yang digambarkan oleh ketiga bocah kecil tadi tidak lagi beraspal. Banyak aspal yang sudah terlepas dari jalan tersebut, tetapi bekas-bekas aspal yang masih tersisa cukup sebagai petunjuk jalan bagi penulis untuk sampai ke lokasi. Di tepi kanan dan kiri jalan menuju ke tempat lokasi ditanami pohon-pohon jati dan tanaman keras lainnya yang tumbuh dengan lebat. Setelah 1 km dari jalan utama, kuhentikan sepeda motor sejenak. Kuarahkan pandanganku ke selatan. 

Dihadapan penulis terhampar persawahan hijau nan subur yang begitu luas. tidak hanya tanaman padi, tetapi pohon-pohon jati yang sangat lebat di kejauhan menjulang tinggi ke langit biru. Selain itu pohon-pohon mangga, pohon-pohon mangga dan tanaman pertanian lainnnya yang tumbuh dengan subur. Akhirnya pandangan penulis tertuju daerah pegunungan di ( sebagian kecil Pegunungan Kapur Utara) yang ada di Desa Sukolilo dan Desa Kedumulya. Nah di tanah sekitar perbukitan yang menurut rencana akan didirikan Pabrik Semen Gresik. Dari kejauhan tampak pegunungan yang hijau dan biru. Berbagai jenis rerumputan dan tanaman pegunungan lainnya tumbuh secara alamiah menutupi wilayah permukaan pegunungan tersebut sehingga tampak hijau dan biru kalau dilihat dengan mata telanjang dari jarak yang cukup jauh. 

Di kaki pegunungan tersebut tampak dari kejauhan banyak ribuan pohon jati dan tanaman keras lainnya yang tumbuh dengan subur. Apakah benar pegunungan tersebut yang menurut rencana akan dikepras dan dihancurkan untuk pendirian Pabrik Semen Gresik jenis tanahnya adalah tandus dan tidak subur? Menurut bukti-bukti yang ada atau kenyataan dengan tumbuh suburnya berbagai jenis tanaman pertanian dan tanaman keras lainnya di wilayah tersebut maka pendapat atau penelitian yang menyatakan bahwa tanah di wilayah tersebut adalah tandus dan tidak dapat ditanami adalah tidak benar. Justru dikaki Pegunungan Kapur yang menurut rencana akan didirikan Pabrik Semen adalah wilayah pertanian yang sangat subur yang dapat ditanami padi, tebu sepanjang tahun. Selain itu menurut realita yang ada bahwa wilayah bebatauan atau tanah di pegunungan yang tersebut adalah kaya akan phospat alam. 

Sebagaimana telah dijelaskan penulis pada bab sebelumnya phospat alam adalah senyawa antara kotoran kelelwar dan batuan kapur dalam waktu yang lama. Adalah pendapat yang tidak benar dan tidak masuk akal bahwa tanah di Kecamatan Sukolilo atau tanah-tanah yang ada di wilayah Pegunungan Kapur Utara adalah jenis tanah yang tandus dan tidak dapat ditanami. Untuk sebagian kecil wilayah memang demikian tetapi sebagian besar tanah yang ada di Pegunungan Kapur Utara dan sekitarnya adalah daerah yang sangat ccocok untuk pertanian dan daerah yang sangat subur. Sebagai bukti bahwa wilayah Kecamatan Sukolilo adalah wilayah yang sangat subur adalah ketika kita mau masuk Desa Sukolilo dari arah Pati di lereng Pegunungan sebelah kiri jalan terlihat ratusan tanaman keras yang besar-besar dan subur. Di sebelah kanan jalan raya di pertanahan yang landai sawah ditanami padi,tebu,jagung dan tanaman pertanian lainnya. Sebagai bukti lain adalah disekitar SMPN 1 Sukolilo ribuan pohon jati yang tumbuh subur disana. 

Dari Sukolilo ke barat arah prawoto sawah-sawah di sebelah kanan jalan ditanami padi dan jagung dan tumbuh dengan subur. Setelah berhenti untuk merenung, penulis melanjutkan perjalanan ke Goa Wareh. Setelah tiba di lokasi , ada 3 anak putri seusia kelas 7 smp sedang mandi dan bermain dengan air yang sangat jernih yang keluar dari samping kiri mulut Goa Wareh. Datang dua bocah laki laki kecil dengan mebawa pakaian seragam merah putih. Setelah selesai mencuci mereka terjun ke air tersebut. Setelah sampai disana ketiga anak penulis menyempatkan mandi dan bermain di tempat tersebut. Perlu diketahui bahwa air yang keluar dari mulut goa tersebut sangat jernih. 

Sumber Air Alam Raksasa Goa Wareh tidak mengenal musim. Dengan diameter kira-kira 1 meter sumber tersebut mengeluarkan air jernih dan sehat salama musim penghujan dan selama musim kemarau. Tidak mengherenkan keberadaan air tesebut sangat berguana untuk kebutuhan air bersih sebagian besar masyarakat desa Kedumulya, Kecamatan Sukolilo. Kelebihannya digunakan untuk mengairi tanaman padi dan jagung sawah-sawah Desa Kedumulya dan sekitarnya. Apabila pengerukan pegunungan kapur yang terdapat aliran sungai bawah tanah yang menuju ke Goa Wareh dihancurkan untuk bahan baku semen, maka air dari Sumber Alam Raksasa Goa Wareh akan habis dan tidak ada aliran air lagi dari goa tersebut. Dampak negative apa yang akan tejadi seandainya Sumber Air Alam Raksasa Goa Wareh tidak lagi mengeluarkan air? 1.Daerah Kedumulya dan Cengkalsewu dan sekitarnya yang semula melimpah air bersih dan tercukupinya air untuk pertanian akan kekurangan air bersih atau air untuk pertanian. 2.Sumber-sumber air dalam tanah di sekitar wilayah Desa Kedumulya dan Cengkal sewu akan berkurang bahkan dapat mati. 3.Sebagian peduduk yang menggantungkan pengairan dari Sumber Air Raksasa Goa Wareh akan kesuliatan air. Mereka tidak mungkin dapat panen sampai 2 atau 3 kali dalam setahun. (Ditulis oleh P Damin, SMPN 1 Kayen)